Libur Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta Siagakan Shelter dan Rumah Sakit

Wisatawan dari berbagai daerah kian memadati Yogyakarta awal pekan ini bersamaan dengan kabar makin merebaknya temuan kasus Covid-19 varian Omicron.

Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji menyatakan masih menunggu kebijakan baru pemerintah pusat terkait rencana pengetatan masa libur Natal dan Tahun Baru pasca temuan puluhan kasus penularan Covid-19 varian Omicron di Indonesia itu. “Kami sampai saat ini belum mendapatkan instruksi baru dari pusat soal pengetatan masa libur Nataru terkait penanganan kasus Omicron,” kata Aji, Senin, 20 Desember 2021.

Kementerian Kesehatan pada Senin 20 Desember melansir tak kurang 60 kasus positif Covid-19 ditemukan dari hasil tracing 250 kontak erat tiga kasus varian Omicron.

Aji mengatakan di tengah puncak kunjungan wisata pekan ini, Pemerintah DIY masih mengacu Instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru. “Destinasi wisata tetap dibuka dengan kapasitas maksimal sebesar 75 persen dari total daya tampung, dan masyarakat bisa bepergian dengan syarat telah tervaksin hingga dosis kedua,” kata dia.

Menurut Aji, destinasi wisata kini dijaga ekstra agar tak kendor penegakan protokol kesehatannya. “Karena libur Nataru kali ini, prediksi kami wisatawan yang masuk DIY jauh lebih banyak dibanding masa weekend sebelumnya,” ujarnya yang juga menegaskan belum ada rencana penyekatan perbatasan.

Belum turunnya instruksi baru soal penanganan varian Omicron, saat ini diiikuti langkah Pemda DIY dengan menginstruksikan semua desa dan kelurahan untuk menyiapkan shelter isolasi terpadu (isoter) di samping shelter-shelter utama yang disiapkan pemerintah provinsi dan kabupaten. “Shelter isolasi penting sebagai penanganan pertama jadi dari basis desa dan kelurahan harus siap, supaya saat ada kasus tidak menyebar,” kata Aji.

Pemerintah pusat memprediksi pergerakan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini tetap tinggi pasca dibatalkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3. Hal itu ditunjukkan dari hasil survei Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Perhubungan pada Desember ini.

“Masyarakat masih cenderung melakukan perjalanan sebanyak 7 persen atau sejumlah 11 juta orang di seluruh Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam dialog daring, Senin.

Untuk masyarakat wilayah Jabodetabek, menurut Adita, yang akan melakukan perjalanan dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini angkanya sebanyak 2,8 juta orang. “Hal ini tentu harus kita antisipasi bersama mengingat pandemi covid 19 masih ada,” ujarnya.

Adapun Wakil Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan mulai pekan ini seluruh rumah sakit rujukan sudah diinstruksikan kembali menyiagakan ruang perawatannya. “Kami minta penyediaan 30 persen kamar di rumah sakit rujukan baik milik pemerintah maupun swasta untuk penanganan Covid-19 kembali siap, jadi saat terdeteksi ada lonjakan sarananya bekerja,” kata Heroe.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.