Jerawat Kistik: Ciri Fisik, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Jerawat kistik atau jerawat batu adalah jenis jerawat yang cukup parah yang terbentuk dari lapisan kulit akibat penyumbatan oleh sel kulit mati yang menumpuk. Jerawat ini cukup menyakitkan, khususnya saat tak sengaja tersentuk. Untuk itu, ketahui ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ciri-ciri Jerawat Kistik

Ciri utama jerawat ini adalah benjolan merah cukup besar mirip bisul. Selain teksturnya lunak, jerawat ini juga menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Namun, rasa sakit itu kadang tidak muncul untuk beberapa orang. Benjolan besar tanpa mata dan nanah dari jerawat juga termasuk ciri fisik dari jerawat batu.

Umumnya, jerawat kistik ada di wajah. Meski begitu, jerawat bisa ditemukan di area tubuh lain seperti punggung, belakang telinga, dan dada. Akan sangat menyebalkan jika jerawat ini bertahan sampai berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Setelah pecah, jerawat akan memicu warna kulit berubah yang terkena jadi lebih gelap. Bahkan, bekasnya cukup sulit hilang.

Penyebab Jerawat Kistik

Seperti halnya jerawat lain, jerawat yang satu ini dipicu penyumbatan pori-pori karena kelebihan minyak, kotoran pada permukaan kulit, dan sel kulit mati. Kondisi ini membuat bakteri berkembang biak, lalu menginfeksi jaringan kulit. Beberapa kondisi yang memicu penyumbatan pori antara lain:

  • Punya riwayat kulit berjerawat dari orangtua
  • Mudah berkeringat
  • Penggunaan produk skincare atau kosmetik yang tidak cocok denga jenis kulit

Selain itu, keseimbangan hormone di tubuh juga dapat mempengaruhi penyumbatan pori yang menyebabkan jerawat kistik.

Cara Mengatasi Jerawat Kistik

Beberapa obat yang biasanya diberikan dokter untuk menghilangkan jenis jerawat ini adalah sebagai berikut:

  • Obat Topikal

Obat ini terdiridari krim atau salep. Umumnya, obat topikal mengandung asam azelaic, retinoid, dan benzoil peroksida. Selama proses pengobatan, Anda tidak boleh memencet jerawat agar tidak memperlama proses penyembuhan.

  • Antibiotik

Antibiotik juga dapat mengatasi jerawat kistik akibat bakteri. Antibakteri bekerja mengurangi jumlah bakteri untuk mengurangi peradangan. Sayangnya, antibiotic tidak bisa menekan produksi minyak.

  • Terapi Hormon

Cara lain adalah dengan terapi hormon. Salah satu jenis obat untuk terapi hormon adalah sprinolakton, yang berfungsi mengatasi peradangan jerawat. Selain itu, obat ini bisa menurunkan produksi minyak yang berlebih di wajah.

  • Isotretinoin

Satu lagi cara untuk mengatasi jerawat ini yaitu isotretinoin. Namun, penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan dosisnya karena sesuai berat badan penderita. Jika pengobatan di atas tidak ada yang berhasil, pengonatan ini menjadi solusinya.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang jerawat kistik. Setelah mengetahui, Anda bisa memilih jenis pengobatan yang tepat & sesuai kulit Anda supaya memperoleh hasil maksimal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *