IHSG Anjlok di 6.608, Samuel Sekuritas: Dipengaruhi Sentimen Tapering hingga Omicron

Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG anjlok di sesi pertama perdagangan hari ini dengan menutup sesi di level 6.608,9. Angka tersebut 0,8 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin yang di level 6.662,8.

“Hal ini tidak terlalu mengejutkan jika kita melihat situasi pasar global dan regional yang juga cenderung melemah,” dinukil dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa, 14 Desember 2021.

Misalnya di bursa AS, Indeks Dow Jones turun 0,89 persen, S&P 500 melemah 0,91 persen, dan Nasdaq turun 1,39 persen. Samuel Sekuritas melihat investor memilih bersikap hati-hati menjelang rapat The Fed dan pengumuman kebijakan mengenai tapering pada pekan ini.

“Pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempercepat laju tapering dan mengakhiri tapering lebih cepat dari perkiraan awal (Juni 2022),” kata Samuel Sekuritas.

Salah satu kabar lain yang kemungkinan juga mempengaruhi pasar global adalah perkembangan terkait varian Omicron COVID-19. Berita dari Inggris menyebutkan bahwa salah satu pasien yang terinfeksi COVID-19 varian Omicron di negara tersebut meninggal. Selain itu, hasil penelitian Universitas Oxford menyebutkan bahwa dua dosis vaksin Astra Zeneca maupun Pfizer kurang efektif dalam menangkal varian Omicron.

Penurunan juga terjadi di indeks sejumlah bursa Asia. Di akhir sesi pertama hari ini, Kospi terpantau melemah 0,76 persen, begitu juga Shanghai yang melemah 0,32 persen, Hang Seng yang melemah 1,26 persen, dan Nikkei yang melemah 0,92 persen.

Di bursa Indonesia, sebanyak 172 saham menguat, 353 melemah, dan 168 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,1 triliun.

Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat angka jual bersih investor asing sebesar Rp 248,9 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat beli bersih investor asing sebesar Rp 138,3 juta.

Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net buy asing mencapai Rp 43,4 miliar, disusul TLKM Rp 20,5 miliar dan BEBS Rp 16 miliar.

Sementara itu, saham Semen Indonesia (SMGR) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell sebesar Rp 55 miliar, diikuti BBCA Rp 44,5 miliar dan BBRI Rp 42,9 miliar.

Saham pengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini antara lain DWGL yang naik 30,1 persen ke Rp 215 per saham, YPAS yang naik 24,8 persen ke Rp 855 per saham, LMAS yang naik 22,5 persen ke Rp 147 per saham, OASA yang naik 22,4 persen ke Rp 414 per saham, serta NASI yang naik 21,1 persen ke Rp 252 per saham.

Sementara itu, lima besar top loser sesi pertama hari ini antara lain BESS yang turun 6,9 persen ke Rp 1.005 per saham, GEMS yang turun 6,9 persen ke Rp 5.700 per saham, SMMA yang turun 6,9 persen ke Rp 12.100 per saham, HDFA yang turun 6,8 persen ke Rp 244 per saham, serta BLUE yang turun 6,8 persen ke Rp 545 per saham.

IHSG kemarin ditutup menguat 9,94 poin ke level 6.662 setelah sebelumnya indeks komposit sempat naik ke level tertinggi 6.688 dan melandai di sesi kedua.

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.