4 Alasan P2P Lending Menjadi Pilihan

P2P lending adalah sarana untuk menambah penghasilan, juga menjadi sebuah wadah pertemuan para pemodal dan peminjam. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mewujudkan transaksi pinjaman, bisa menjadi pendana (lender) dan bisa membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Apa saja 4 alasan P2P Lending Menjadi Pilihan?

  1. Modal Awal yang Kecil

P2P lending adalah sarana yang memberi pinjaman, yang sesuai kemampuan dan preferensi masing-masing. Layanan ini menyediakan layanan pinjaman mulai dari nominal yang paling kecil. Sarana ini merupakan alternatif investasi yang sangat cocok untuk kaum millenial.

Anak millenial juga bisa menjadi pendana dengan modal yang sangat minim, yakni 100 ribu rupiah saja. Dengan demikian, penghasilan akan menjadi bertambah jika mengandalkan investasi P2P lending.  Keuntungan akan lebih memuaskan dengan mengandalkan investasi P2P lending.

  1. Return yang Menarik

Daya tarik dari investasi P2P lending untuk generasi millenial sangat tinggi, ketimbang pinjaman tunai, pasti lebih memilih investasi. Sebab, P2P lending mempunyai pengembalian yang menarik, karena lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito yang imbal hasilnya berbeda-beda setiap platform.

Keuntungan yang didapat dari investasi P2P lending adalah bunga di atas 16 persen per tahunnya.

  1. Didukung oleh Teknologi dan Leluasa Menentukan Tenor

Kebutuhan dan aktivitas yang serba cepat menjadi hal yang paling utama bagi generasi millenial, terutama dalam perkembangan teknologi. Di dalam P2P Lending sendiri, millenial bisa melakukan transaksi dengan melibatkan dua pihak, yakni pendana dan peminjam.

P2P lending sendiri hanya sebagai penyedia layanan untuk menawarkan beragam jenis sistem peminjaman antar kedua belah pihak. Apabila anda tertarik dengan investasi ini, maka anda bisa menggunakan aplikasi mobile yang memudahkan lender dan borrower menggunakan P2P lending.

Para pendana p2p lending tidak mempunyai waktu yang lama untuk melakukan investasi. Walau, para pendana bisa memilih tenor atau jangka waktu yang sesuai kehendak seperti 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Dengan tenor yang telah ditentukan sendiri, tentu pendana bisa menyusun rencana investasi yang lebih baik. Khususnya untuk memperoleh keuntungan yang lebih maksimal.

  1. Bantu Mengembangkan UMKM dan Pendidikan

Sistem p2p lending memberi keleluasaan bagi para pendana untuk mendanai lebih dari satu peminjam, biasa disebut sebagai diversifikasi investasi. Metode diversifikasi investasi adalah sistem untuk membagi dan mendanai pinjaman ke berbagai pinjaman untuk mengurangi risiko investasi.

Risiko investasi biasa terjadi ketika terdapat kredit macet di salah satu peminjamnya. Selain itu, para pendana juga bisa memilih mendanai pinjaman yang mereka ingin, sehingga informasi borrower sangat jelas. Dengan p2p lending, maka anda tidak perlu lagi mengandalkan pinjaman tunai, sebab anda bisa membantu para UMKM untuk mendapat pinjaman modal agar usaha berkembang.

Anda juga bisa memberi modal para pelajar yang tengah menempuh pendidikan untuk meraih cita-cita. Dengan begitu, anda akan mendapat imbal hasil yang tinggi dan membantu sesama untuk mengembangkan produk lokal di Indonesia.

P2p lending akan tumbuh besar dan menarik milenial lebih banyak untuk menjadi pendana. Uang yang ditanamkan oleh milenial tentunya tidak akan sia-sia. Semakin paham tentang literasi keuangan membuat masa depan keluarga akan menjadi lebih terjamin.

Pinjaman tunai dan p2p lending adalah pilihan yang menggiurkan, serta memberi pengaruh terhadap masa depan. Namun, memilih salah satunya adalah pilihan yang bijak. Dengan p2p lending, maka anda bisa membantu usaha mikro kecil menengah lengkap dengan pendidikan yang akan terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.